Kamis, 28 April 2011

Almuntahi ( Bhg 15 selesai )

30.      Jikalau masih ada lagi citanya, rasanya dan lazatnya itu bermakna sifatnya dua jua, seperti musyahadah pun dua lagihukumnya. Dan jika lagi syuhud pun masih ada dua kehendaknya:
'
Seperti rasa, yang dirasa dan merasa pun hendaknya, seperti mencinta dan dicinta hendaknya, masih dua belum lagi esa.
'
Sekelian sifat itu pada iktibarnyadua juga, seperti ombak pada ombaknya laut pada lautnya,, belum mana (kembali ke) laut.
'
Apabila ombak dan laut sudah menjadi satu, muqabalah pun tidaklah, musyahadah pun tidaklah, makanya hanya fana dengan fana jua. Tetapi jika dengan fananya itupun, jika diketahuinya, maka belum bertemu dengan fana, kerana ia lagi ingat akan fananya. Itu masih lagi dua sifatnya.
'
31. Seperti kata Syeikh Attar:
Jalan orang berahi (kepada Allah) yang wasil (sampai) kepada kekasihnya itu,
Akan orang itu satupun tidaklah dilihatnya,
Segala orang yang melihat dia itu, dan  alam itu pun tiadalah dilihatnya.
'
Lagi kata Syeikh Attar:
Jangan ada semata-mata, inilah jalan kamil,
Jangan bermuka dua, inilah sebenarnya wasil.
'
Kerana erti wasil bukan dua (tetapi esa). Yakni barangkala syak dan yakin tidaklah ada padanya, maka wasillah.
'
Namanya ilmu yakin, mengetahui dengan yakin, ainul yakin iaitu melihat dengan yakin, dan haqqul yakin iaitu sebenar yakin,,.. yakin adanya dengan ada Tuhannya esa jua.
'
Maksudnya apabila sempurna fakirnya (fana) maka ia itu Allah, (hati-hati mesti dapat maksud yang sebenar, jika tidak syirik dan kufur jua adanya).
'
(Karangan Al Fakir Hamzah Fansuri.
Sufi Terkenal dari Indonesia – Semoga Allah memberikan Rahmat ke atas runya,
mari kita bersedekah Al Fatihah untuknya.)
'
Selesai,…
'
'
'
Respons to “Al Muntahi (Bhg. 15 – selesai)”
'
1.syukran…. teramat berterima kasih lah kita semua kpada ente kerana telah bersusah payah… memanjang kan tulisan dari parasufi besar kita itu ( semoga rahmat ke atas marhum )
ke dalam blog ente dan dengan demekian para pencinta di ruangan ini bisa memenfaat segala apa yang tersirat disebalek yang tersurat…dengan qalbu kita…….syabas….betul kataulama’ terdahulu itu….. akhir makrifatullahi itu ia penzahiran adalah Diri Nya…..kerana selagi ada dua wujud ia tetap berlawandengan tauhid…….tiada nafi……esa ada nya….. fiil wahdah….fill haqiqati…..ALLAH
'
2.betul kata ulama’ terdahulu itu….. akhir makrifatullahi itu adalah penzahiran Diri Nya…..yang maha nyata dari segala yang nyata……kerana selagi ada dua wujud ia tetap berlawan dengan tauhid…….tiada nafi……esa ada nya….. fiil wahdah….fill haqiqati…..ALLAH
'

3.la hayyun
la mutakalliman
la sami’an
la aliman
la muriddan
la bashiran,
la qodirun
la maujud
fiil hakikati
Alllah….Hu
'
4.KAFIR KEPADA ALLAH, ISLAM KEPADA MANUSIA,
Penyebab Banyaknya Bencana Alam karena
tidak kenal yg di sembah/tdk makrifat???
'
Adapun Bermula Menyembah Allah /memuji Allah Adalah Atas Kenal mengenal yang di kenal
puji memuji yang di puji ya sayaya kamu..dan mengucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW,maka inilah suatu kitab yang sudah dipindahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia,
'
supaya mudah bagi orang yang baru belajar menginginkan Allah.Bahwasanya diceritakan dari Abdullah Bin Umar r.a, katanya adalah kamu berduduk pada suatu orang kelak ke hadapan Rasulullah SAW, minta belajar ilmu Jibril a.s, daripada ilmu yang sempurna dunia dan akhirat, yaitu membiasakan darihakikat didalam shalat lima waktu yaitu wajib bagi kita untuk mengetahuinya. Yang harus mereka ketahui pertama kali hakikat shalat ini supaya sempurna kamu menyembah Allah, bermula hakikatnya didalam shalat itu atas 4 (empat)perkara :
'
1. BERDIRI (IHRAM). 2. RUKU’ (MUNAJAH). 3. SUJUD (MI’RAJ). 4. DUDUK (TABDIL). Adapun hakikatnya : 1. BERDIRI ( IHRAM) itu karena huruf ALIF asalnya dari API, bukan api pelita dan bukan pula api bara. Adapun artinya API itu bersifat JALALULLAH, yang artinya sifat KEBESARAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas 2 (dua) perkara : • KUAT. • LEMAH. Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga, karena hamba itu tidak mempunyai KUAT dan LEMAH karena hamba itu di-KUAT-kan dan di-LEMAH-kan oleh ALLAH, bukannya kudrat dan iradat Allah itu lemah. Adapun kepada hakikatnya yang sifat lemah itu shalat pada sifat kita yang baharu ini.
'
Adapun yang dihilangkan tatkala BERDIRI itu adalah pada segala AP’AL (perbuatan) hamba yang baharu. 2. RUKU’ (MUNAJAH) itu karena huruf LAM Awal, asalnya dari ANGIN, bukannya angin barat dan bukan pula angin timur. Adapun artinya ANGIN itu bersifat JAMALULLAH yang artinya sifat KEELOKAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas 2 (dua) perkara : • TUA. • MUDA. Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak mempunyai TUA dan MUDA. Adapun yang dihilangkan tatkala RUKU’ itu adalah pada segala ASMA (nama) hamba yang baharu. 3. SUJUD (MI’RAJ) itu karena huruf LAM Akhir, asalnya dari AIR, bukannya air laut dan bukan pula air sungai. Adapun artinya AIR itu bersifat QAHAR ALLAH yang artinya sifat KEKERASAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas 2 (dua) perkara : • HIDUP. • MATI. Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak pun mempunyai HIDUP dan MATI. Adapun yang dihilangkan tatkalaSUJUD itu adalah pada segala NYAWA (sifat) hamba yang baharu. 4. DUDUK (TABDIL) itu karena huruf HA, asalnya dari TANAH, bukannya pasir dan bukan pula tanah lumpur.
'
Adapun artinya TANAH itu bersifat KAMALULLAH yang artinya sifat KESEMPURNAAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas 2 (dua) perkara : • ADA. • TIADA. Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak ADA dan TIADA. Adapunyang dihilangkan tatkala DUDUK itu adalah pada segala WUJUD/ZAT hamba yang baharu, karena hamba itu wujudnya ADAM yang artinya hamba tiada mempunyai wujud apapun karena hamba itu diadakan/maujud, hidupnya hamba itu di-hidupkan, matinya hamba itu di-matikan dan kuatnya hamba itu di-kuatkan. Itulah hakikatnya shalat.
'
Barangsiapa shalat tidak tahu akan hakikat yang empat tersebut diatas, shalatnya hukumnya KAFIR JIN dan NASRANI, artinya KAFIR KEPADA ALLAH, ISLAM KEPADA MANUSIA, yang berarti KAFIR BATHIN, ISLAM ZHAHIR, hidup separuh HEWAN, bukannya hewan kerbauatau sapi. Tuntutan mereka berbicara ini wajib atas kamu. Jangan shalat itu menyembah berhala !!!. INILAH PASAL Masalahyang menyatakan sempurnanya orang TAKBIRATUL IHRAM, yaitu hendaklah tahu akan MAQARINAHNYA. Bermula MAQARINAH shalat itu terdiri atas 4 (empat) perkara :
'
1. BERDIRI (IHRAM). 2. RUKU’ (MUNAJAH). 3. SUJUD (MI’RAJ). 4. DUDUK (TABDIL). Adapun hakikatnya :  Adapun hakikatnya BERDIRI (IHRAM) itu adalah TERCENGANG, artinya : tiada akan tahu dirinya lagi, lupajika sedang menghadap Allah Ta’ala, siapa yang menyembah?, dan siapa yang disembah?.  Adapun hakikatnya RUKU’ (MUNAJAH) itu adalah BERKATA-KATA, artinya : karena didalam TAKBIRATUL IHRAM itu tiada akan menyebut dirinya (asma/namanya), yaitu berkata hamba itu dengan Allah. Separuhbacaan yang dibaca didalam shalat itu adalah KALAMULLAH. Adapun hakikatnya SUJUD (MI’RAJ) itu adalah TIADA INGAT YANG LAIN TATKALA SHALAT MELA INKAN ALLAH SEMATA. Adapun hakikatnya DUDUK (TABDIL) itu adalah SUDAH BERGANTI WUJUD HAMBA DENGAN TUHANNYA. Sah dan maqarinahnya shalat itu terdiri atas 3 (tiga) perkara :
'
1. QASHAD. 2. TA’ARADH. 3. TA’IN. Adapun QASHAD itu adalah menyegerakan akan berbuat shalat, barang yang dishalatkan itu fardhu itu sunnah. Adapun artinya TA’ARRADH itu adalah menentukan pada fardhunya empat, tiga atau dua. Adapun TA’IN itu adalah menyatakan pada waktunya, zhuhur, ashar, maghrib, isya atau subuh. INILAH PASAL Masalah yang menyatakan sempurnanya didalam shalat : Adapun sempurnanya BERDIRI (IHRAM) itu hakikatnya : Nyata kepada AP’AL Allah. Hurufnya ALIF. Alamnya NASUWAT. Tempatnya TUBUH, karena tubuh itu kenyataan SYARIAT. Adapun sempurnanya RUKU’ (MUNAJAH) itu hakikatnya : Nyata kepada ASMA Allah. Hurufnya LAM Awal. Alamnya MALAKUT. Tempatnya HATI, karena hati itu kenyataan THARIQAT. Adapun sempurnanya SUJUD (MI’RAJ) itu hakikatnya : Nyata kepada SIFAT Allah. Hurufnya LAM Akhir. Alamnya JABARUT. Tempatnya NYAWA, karena Nyawa itu kenyataan HAKIKAT.
'
Adapun sempurnanya DUDUK (TABDIL) itu hakikatnya: Nyata kepada ZAT Allah. Hurufnya HA. Alamnya LAHUT. Tempatnya ROHANI, karena ROHANI itu kenyataan MA’RIFAT. Adapun BERDIRI (IHRAM) itu kepada SYARIAT Allah. HurufnyaDAL. Nyatanya kepada KAKI kita. Adapun RUKU’ (MUNAJAH) itu kepada THARIQAT Allah. Hurufnya MIM. Nyatanya kepada PUSAT (PUSER) kita. Adapun SUJUD (MI’RAJ) itu kepada HAKIKAT Allah. Hurufnya HA. Nyatanya kepada DADA kita. Adapun DUDUK (TABDIL) itu kepada MA’RIFAT Allah.
'
Hurufnya MIM Awal. Nyata kepada KEPALA (ARASY) kita. JadiOrang Shalat membentuk huruf AHMAD / MUHAMMAD. INILAH PASAL Asal TUBUH kita (jasmaniah) kita dijadikan oleh Allah Ta’ala atas 4 (empat) perkara : 1. API. 2. ANGIN. 3. AIR. 4. TANAH. Adapun NYAWA kita dijadikan Allah Ta’ala atas 4 (empat) perkara : 1. WUJUD. 2. NUR ILMU. 3. NUR. 4. SUHUD. Adapun MARTABAT Tuhan itu ada 3 (tiga) perkara : 1. AHADIYYAH. 2. WAHDAH. 3. WAHIDIYYAH. Adapun TUBUH kita dijadikan Allah Ta’ala atas 4 (empat) perkara : 1. WADIY. 2. MADIY. 3. MANIY. 4. MANIKEM. INILAH PASAL Masalah yang menyatakanjalan kepada Allah Ta’ala atas 4 (empat) perkara : 1. SYARIAT. = AP’AL. = BATANG TUBUH. 2. THARIQAT. = ASMA. = HATI. DIRI 3. HAKIKAT. = SIFAT. = NYAWA. KITA 4. MA’RIFAT. = RAHASIA. = SIR. Adapun hakikatnya : SYARIAT itu adalah KELAKUAN TUBUH. THARIQAT itu adalah KELAKUAN HATI. HAKIKAT itu adalah KELAKUAN NYAWA. MA’RIFAT itu adalah KELAKUAN ROHANI. Adapun yang tersebut diatas itu nyata atas penghulu kita Nabi MUHAMMAD.
'
Karena lafadz MUHAMMAD itu 4 (empat) hurufnya yaitu : 1. MIM Awal. 2. HA. 3. MIM Akhir. 4. DAL. Adapun huruf MIM Awal itu ibarat KEPALA. Adapun huruf HA itu ibarat DADA. Adapun huruf MIM Akhir itu ibarat PUSAT (PUSER). Adapun huruf DAL itu ibarat KAKI. Adapun huruf MIM Awal ituMAQAM-nya kepada alam LAHUT. Adapun huruf HA itu MAQAM-nya kepada alam JABARUT. Adapun huruf MIM Akhir itu MAQAM-nya kepada alam MALAKUT. Adapun huruf DAL itu MAQAM-nya kepadaalam NASUWAT. Sah dan lagi lafadz ALLAH terdiri dari 4 (empat) huruf : 1. ALIF. 2. LAM Awal. 3. LAM Akhir. 4. HA. Adapunhuruf ALIF itu nyatanya kepada AP’AL Allah. Adapun huruf LAM Awal itu nyatanya kepada ASMA Allah. Adapun huruf LAM Akhir itu nyatanya kepada SIFAT Allah.
'
Adapun huruf HA itu nyatanya kepada ZAT Allah. Adapun AP’AL itu nyata kepada TUBUH kita. Adapun ASMA itu nyata kepada HATI kita. Adapun SIFAT itu nyata kepada NYAWA kita. Adapun ZAT itu nyata kepada ROHANI kita. INILAH PASAL Masalah yang menyatakan ALAM. Adapun ALAM itu atas 2 (dua) perkara : 1. ALAM KABIR (ALAM BESAR/ALAM NYATA). 2. ALAM SYAQIR (ALAM KECIL/ALAM DIRI KITA). Adapun ALAM KABIR itu adalah alam yang NYATA INI. Adapun ALAM SYAQIR itu adalah alam DIRI KITA INI. ALAM KABIR (ALAM BESAR) itu sudah terkandung didalam ALAM SYAQIR karena ALAM SYAQIR itu bersamaan tiada kurang dan tiada lebih, lengkap dengan segala isinya bumi dan langit, arasy dan kursy, syurga, neraka, lauhun (tinta) dan qolam (pena), matahari, bulan dan bintang. Adapun BUMI / JASMANI didalam tubuh kita itu terdiri atas 7 (tujuh) lapis yaitu : 1. BULU. 2. KULIT. 3. DAGING. 4. URAT. 5. DARAH. 6. TULANG. 7. LEMAK (SUM-SUM). Adapun LANGIT / ROHANI (OTAK/ARASY) didalam tubuh kita itu terdiri atas 7 (tujuh) lapis pula : 1. DIMAK (LAPISAN BERPIKIR/RUH NABATI).2. MANIK (LAPISAN PANDANGAN/RUH HEWANI). 3. NAFSU (RUH JASMANI). 4. BUDI (RUH NAFASANI). 5. SUKMA (RUH ROHANI). 6. RASA (RUH NURANI). 7. RAHASIA (RUH IDHAFI). AdapunMATAHARI didalam tubuh kita yaitu NYAWA kita. Adapun BULANdidalam tubuh kita yaitu AKAL kita. Adapun BINTANG didalam tubuh kita yaitu ILMU kita (ada yang banyak dan ada pula yang sedikit). Adapun SYURGA didalamtubuh kita yaitu AMAL SHALEH kita. Adapun NERAKA didalam tubuh kita yaitu DOSA-DOSA kita.Adapun LAUT didalam tubuh kitaada 2 (dua) yaitu : 1. LAUT ASIN. 2. LAUT TAWAR. Adapun LAUT ASIN didalam tubuh kita yaitu AIR MATA kita. Adapun LAUT TAWAR didalam tubuh kita yaitu AIR LUDAH kita. Adapun MAHLIGAI didalam tubuh kita ada 7 (tujuh) pula yaitu : 1. DADA. 2. QALBUN. 3. BUDI. 4. JINEM. 5. NYAWA. 6. RASA. 7. RAHASIA. Didalam DADA itu QALBUN dan didalam QALBUN itu BUDI dan didalam BUDI itu JINEM dan didalam JINEM itu NYAWA dan didalam NYAWA itu RASA dan didalam RASA itu RAHASIA (SIR).
'
'
6.salam..syukur wa habbah,
mengambil faham dari huraian guru mursyid Tokku Ibrahim :
adapun ainul yaqiin itu pada marhalah tauhid i’tiqodiyah yaqin padaNya pada martabat aqal/ilmu. permulaan tauhid ahlusSunnah wljamaah.
'
haqqul yaqiin itu pada marhalah tauhid syuhudiyah yaqin menerusi musyahadah matahati/fuad pada af’alNya, kemudian asma’Nya, kemudian sifatNya dan seterusnya dzatNya.marhalah ini sangat menuntut berguru untuk memudahkan pembukaan (mukasyafah).
'
dua marhalah tadi masih ada syirik kerana masih nyata dua wujud. semakin tersembunyi pada syuhud dzatNya kerana adayang melihat kepada yang dlihat..
'
kamalul yaqin marhalah tauhid wujudiyyah.. kesempurnaan tauhid; tiada wujud yang lain hanya semata-mata Dia. sempurna perjalanan tauhidnya tiada syirik kerana telah mencapai kefana’kan yang haq. wajib degan bimbingn mursyid agar benar & amp; sah perjalanannya, dapatnya.. inilh kesempurnaan tauhid aswj yang dibawa oleh ulama’ ariffiin kepada asuhan mereka. memangkita di wusulkan kepada haq taala… ilahi anta maqsudi wa ridhoka matlubi
'

al-fatihah buat sekalian ‘arifiin yang menitiskan rohani mereka melalui guru yngg haq kepada kita yang hina…

Tidak ada komentar: